Postingan

Puisi 1-10

Terorisme Karya: Annisa Rosida Gemuruh jerit tangis di telinga, Kian menusuk hati dan jiwa Bagaiperompak yg tak tau rasa iba, Iabunuh nyawa-nyawa tak berdosa Dunia ini sungguh gila ! Mereka tak sadar tuhan murka Menonton lakon yang ada di depan mata Yang turut mengacaukan semesta Anak-anak menderita.. Orangtua turut waspada Sebab semua.. Tak berjalan sebagaimana mestinya Oh tuhan.. Tabahkanlah hati mereka Berikanlah secuil harapan Damaikanlah semesta alam Rasa Paling Tulus Karya: Annisa Rosida Bukan ucapan selamat pagi yang ingin kudengar Bukan pula coklat manis yang ingin ku dapatkan Sebab ada yang lebih indah dari semua itu Doa Ayah Bunda ku Belum pernah ku jumpai ketulusan lebih darinya Yang mendoakan tanpa diminta Yang menjaga dengan penuh cinta Dan memberikan segalanya Bukankah itu, terlampau indah? Lantas mengapa engkau gundah Doakanlah mereka senantiasa Agar bisa menyaksikan engkau berjaya ...

Cerpen Individu 1-10

Nama : Annisa R No. : 1 Kelas : X.6 Kesatria dari Melayu Timur Disebuah desa di lereng gunung nan jauh di hutan Melayu Timur, hiduplah keluarga yang kehidupannya sederhana namun,cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Keluarga itu terdiri dari beberapa orang yang berbudi baik. Anak semata wayangnya bernama Hasan, Sang ayah bernama Hang Laksa. Ibunya bernama Dang Murtini. Untuk mengubah nasib keluarganya mereka semua akhirnya pindah ke kota dengan harapan nasibnya benar-benar akan berubah. Hasan anak yang patuh terhadap orangtuanya. Ia senantiasa membantu kedua orang tua nya untuk berkebun. Di kota barunya,Kota Tanahmunting ia mulai gemar berlayar,melaut bersama ayahnya. S edangkan kebunnya, diolah ibunya.             Suatu hari Hasan pergi berlayar seorang diri, Ia tak pamit pada ayah-ibunya. Ia bertekad untuk mencari jati diri. Dalam perjalanannya, Ia selalu singgah di perkampungan adat sekitar. Ia selalu memba...